Jumat, 07 Oktober 2016

LINGKUNGAN HIDUP

TOPIK : LANGKAH SEDERHANA MENGHEMAT ENERGI










NO.PESERTA : 150
NAMA : RINI ANGGI ARISTA
SEKOLAH : SMAN 2 MUARA BUNGO
KABUPATEN BUNGO



PEMERINTAH PROVINSI JAMBI
DINAS PENDIDIKAN



     "  Energi Sang Penyelamat Kehidupan "

Sahabat, coba bayangkan apabila di Bumi Pertiwi kita ini tidak terdapat energi ? lalu, Bagaimanakah kita beraktivitas ? Bisahkan kita hidup tanpa adanya energi ?

Kita sadar sebagai manusia bahwa manusia memiliki kebutuhan yang terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhannya terbatas, dengan semakin meningkatnya penduduk di Indonesia yang sampai sekarang ini terus bertambah dengan total penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Setiap penduduk pasti melakukan aktivitas setiap harinya dan memanfaatkan berbagai sumber energi. Meskipun dalam hukum kekekalan energi mengatakan bahwa “Energi tidak bisa dimusnakan”, namun bukan berarti manusia sebagai pelakunya bersifat konsumtif, bukan? Oleh karena itu diperlukannya penghematan energi agar bumi terselamatkan.

(Otto seomarwoto, 1998 ; hal 333) Energi merupakan konsep untuk dapat menerangkan gerak, bergerak adalah hasil kerja. Oleh karena itu energi adalah barang/sesuatu yang diperlukan untuk melakukan kerja, tanpa energi kita tidak akan dapat melakukan kerja. Secara sederhana dapat dicontohkan dengan gerakan mobil oleh mesin, menyalakan lampu, serta berputarnya mesin listrik adalah kerja.

Secara sederhana Energi dapat diartikan bahwa segala sesuatu yang menghasilkan daya atau kekuatan yang diperlukan bagi manusia untuk beraktivitas. Energi merupakan sebuah konsep yang secara fisik tidak terlihat, tetapi akibat dari energi itu dapat dirasakan secara langsung bagi penggunanya. Contoh : mobil bergerak dari tempat A ke tempat B secara tidak langsung mobil berpindah dikarenakan adanya sebuah energy dan perpindahan yang terjadi merupakan akibat  dari energy itu sendiri sehingga dapat dirasakan secara langsung.

Energi yang kita nikmati tidak datang dengan sendirinya dan tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi energi terbentuk berabad-abad lamanya. Sumber energi berasal dari dalam bumi dan dikelola oleh manusia dengan berbagai macam kegunaan untuk mendukung kehidupan manusia di Bumi. Sumber energi tersebut diantaranya adalah :
1.      Sumber energi hayati
2.      Sumber energi surya
3.      Sumber energi air
4.      Sumber energi panas bumi
5.      Sumber energi bahan fosil

Sumber energi yang harus dijaga adalah sumber energi hayati, dimana sumber energi hayati sangat mempengaruhi kehidupan manusia dibumi. Dasar sumber energi hayati ini adalah fotosintesis. Energi yang berasal dari energi matahari/surya inilah yang sangat berguna bagi kehidupan manusia dengan tumbuhan melakukan fotosintesis, gas O2 yang dikeluarkan oleh tumbuhan saat melakukan  fotosintesis dan akan dihirup oleh manusia atau dikenal dengan bernafas. Dan dari sinilah hewan dan manusia mendapatkan energi karena energi yang berasal dari energi surya terjadi transformasi menjadi energi kimia oleh tumbuhan hijau dan disalurkan kembali kepada hewan dan manusia. Sumber energi hayati ini terdiri atas  :
1.      Energi manusia
 manusia adalah sebuah energi yang berasal dari dalam tubuh manusia itu sendiri yakni berasal dari otot, dimana otot merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas. Di zaman yang super canggih ini energi manusia kurang atau bahkan sama sekali tidak dibutuhkan dikarenakan kecanggihan alat-alat yang diciptakan oleh manusia modern, dalam perannya saat ini energi manusia hanya digunakan sebagai koodinator  sedangkan yang melakukan operasi tersebut adalah mesin. Tetapi bagi Negara berkembangn energi manusia sangatlah dibutuhkan dikarenakan kurangnya intelektual yang dimiliki oleh tenaga kerja di Negara berkembang, dalam hal ini banyak yang memanfaatkan energi manusia yang bersifat tidak manusiawi, seperti halnya seseorang yang berkerja sebagai kuli panggul yang harus memanggul beban yang sangat berat sampai berkilo-kilo meret jauhnya.

2.      Energi hewan
Energi hewan banyak digunakan di kota kecil maupun di perdesaan  sebagai altenatif untuk transfortasi dan membajak sawah, karena kurangnya alat transfortasi dan mesin untuk membajak sawah. Faktor penyebab  banyak orang menggunakan hewan sebagai altenatifnya adalah karena hewan meupakan sember daya yang dapat diperbaharui.tetapi seiring dengan perkembangan zaman tenaga hewan jarang digunakan dikarenakan keterbatasan kukuatan hewan, kecepatan rendah serta sulitnya mendapatkan makanan untuk hewan. Tanpa kita sadari, dampak yang akan dirasakan oleh manusia jika sumber energi telah musnah adalah manusia tidak dapat melakukan berbagai macam aktivitas serta manusia juga akan mengalami berbagai kesulitan tanpa adanya sebuah energi di muka bumi ini.

Untuk mengurangi dampak yang akan ditimbulkan dari pemanfaatan sumber energi secara berlebihan adalah mencari altenatif baru dan melakukan penghematan energi  sebagai pendukung untuk melakukan penghematan energi.seperti memanfaatkan kotaran hewan dan ranting serta daun tumbuhan  untuk dijadikan sebagai bahhan bakar pengganti minyak tanah yang setiap detiknnya semakin berkurang atau dikenal dengan sebutan “Biogas dan Bioma”. Tahap kedua adalah dengan melakukan penghematan energi, penghematan energi merupakan sebuah kebijakan energi untuk menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita. Dengan melihat kondisi sekarang ini kita harus melakukan upaya agar bumi terselamatkan. Langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan adalah :
1.      Menanam pohon, cara ini sangat mudah dilakukan selain untuk mendukung program pemerintah dalam melestarikan lingkungan kita juga berperan penting  dalam mengurangi dampak yang akan ditimbulkan akibat dari pemanfaatan energi secara berlebihan.
2.      Mematikan lampu yang tidak terpakai, hal ini sangat mudah dilakukan hanya saja kesulitan yang dialami adalah kurangnya kesadaran akan hal tersebut.
3.      Mulai mengunakkan biogas, banyak masyarakat beranggapan bahwa biogas adalah bahan bakar yang jorok dikarenakan bahan bakunya yang berasal dari kotoran hewan dan minimnya pengetahuan untuk memproduksi biogas secara massal.

Dengan  demikian, segala sesuatu yang jika digunakan atau dimanfaatkan secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Tidak hanya itu karena sikap kita yang kurang baik terdapat alam akan menyebabkan alam menjadi rusak dan jika alam sudah rusak tidak ada lagi tempat bagi kita dan dan tiada lagi kehidupan manusia dibumi pertiwi. oleh karena itu  “jagalah alam mulai dari hal yang terkecil”